Wilayah Ini Dorong Budidaya Kepiting Bakau

By | March 2, 2019

Dimulainya program studi stok karbon di Teluk Arguni pada 2014, Blue Carbon Initiative dilakukan bersama oleh Pemerintah Daerah Kaimana, Kementerian Kelautan dan Perikanan, CIFOR, dan Conservation International (CI) Indonesia juga menyentuh bidang ekonomi aspek pembangunan masyarakat lokal, khususnya pembangunan mangrove berbasis perikanan sebagai ekosistem yang kaya akan karbon.

Pemerintah Kabupaten Kaimana, CI Indonesia, dan Kementerian Koordinator Kementerian Kelautan mengadakan pertemuan khusus untuk membahas pengembangan proyek karbon biru di Kaimana, rencana masa depan, dan hal-hal terkait pemberdayaan masyarakat. Pertemuan diadakan pada 10 Oktober 2017.

Ekosistem mangrove, sebagai salah satu dari tiga ekosistem karbon biru (rawa pasang surut, padang lamun, dan hutan bakau), tidak hanya memiliki potensi untuk menyerap karbon, tetapi juga merupakan habitat bagi sejumlah ikan dan kepiting bakau yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Karena itu, program karbon biru yang dilaksanakan oleh CI Indonesia juga memasukkan komponen ini sebagai unit program konservasi mangrove, memperkuat tata kelola, dan kebijakan karbon biru, dan mengembangkan ekonomi masyarakat,” kata Alberth Nebore, Manajer Senior CI Indonesia, dalam pernyataannya. .

Dia menjelaskan pentingnya dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah Kaimana terhadap inisiatif karbon biru yang sangat tinggi ini. Misalnya, pada kunjungannya ke Arguni, Bupati Kaimana, Drs. Mathias Mairuma, juga membuka sosialisasi pendirian koperasi atau Unit Bisnis Masyarakat yang dilakukan oleh CI Indonesia dan Kantor Industri dan Koperasi (Perindakop) Kabupaten Kaimana.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang dasar-dasar koperasi kepada masyarakat nelayan bakau dan mengeksplorasi kemungkinan pembentukan koperasi di Teluk Arguni.

Diskusi ini juga dihadiri oleh berbagai pihak termasuk Kantor Aksi, Perikanan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, perwakilan kelompok nelayan dari lima desa di Teluk Arguni, dan sejumlah kelompok masyarakat.
Turut hadir adalah Kepala Manajemen Bencana Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kelautan, Sitti Nissa Mardiya. Setelah sejumlah paparan terkait dengan koperasi dari beberapa pihak, kegiatan ini membahas situasi saat ini dan strategi pemberdayaan budidaya kepiting bakau di masa depan; untuk membangun komitmen bersama untuk memperkuat ekonomi ramah lingkungan masyarakat.

Sebagai informasi, CI Indonesia telah memetakan pelaku usaha kepiting bakau di Arguni secara khusus dan Kaimana secara umum. Tujuannya adalah untuk mengembangkan ekonomi masyarakat berdasarkan sumber daya ekosistem karbon biru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *