Mudahnya Budidaya Ikan Cupang

By | November 14, 2018

Ikan cupang adalah ikan air tawar dari daerah tropis. Budidaya ikan cupang tidak membutuhkan tempat yang luas dengan modal minim. Dapat dilakukan sebagai bisnis rumahan.
Ikan hias yang masuk keluarga Betta sp ditemukan di perairan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di alam liar, ikan ini hidup berkelompok. Habitatnya ada di rawa, danau, dan sungai yang arusnya tenang.

Salah satu fitur ikan Betta adalah daya tahannya yang mampu hidup di lingkungan dengan oksigen minimal. Selain itu, dapat disimpan dalam botol kecil tanpa menggunakan aerator.

Kemampuan ini diperoleh karena ikan cupang memiliki labirin berlubang seperti pada paru-paru manusia. Labirin dapat membuatnya bertahan hidup di lingkungan yang miskin oksigen.

Untuk memulai budidaya ikan cupang, langkah pertama yang harus disiapkan adalah mendapatkan peternak atau benih yang berkualitas. Trah yang baik sebanyak mungkin berasal dari keturunan superior, dalam kondisi baik, bebas penyakit, dan bukan bawaan.

Sebelum pemijahan dilakukan, pastikan pejantan jantan dan betina berada dalam fase matang gonad atau siap kawin. Karakteristik pejantan yang telah menunjukkan siap untuk kawin sebagai berikut.

Untuk cupang pria:

Berusia setidaknya 4-8 bulan
Bentuk tubuh panjang
Siripnya panjang dan warnanya menarik
Gerakannya agresif dan gesit
Untuk cupang betina:

Usia setidaknya 3-4 bulan
Bentuk tubuh membulat, perut agak buncit
Siripnya pendek dan warnanya kusam tidak menarik
Gerakannya lambat
Pemijahan ikan cupang

Setelah pejantan dan pejantan betina siap untuk bertelur, berikan tempat dalam bentuk wadah dari baskom plastik atau akuarium kecil berukuran 20 × 20 × 20 cm. Siapkan juga gelas plastik untuk ikan cupang betina. Selain itu, sediakan juga tanaman air seperti Kayambang.
Dalam satu pernikahan, ikan cupang betina dapat menghasilkan hingga 1.000 telur. Telur akan menetas dalam waktu 24 jam setelah pembuahan. Namun, angka kematian tempat penetasan cukup tinggi.

Jangan lupa juga memperhatikan pakan yang akan diberikan pada ikan Betta. Pakan favorit yang biasanya diberikan kepada ikan cupang termasuk kutu air, cacing sutra dan larva nyamuk.

Pakan harus diberikan sesering mungkin, misalnya 3-4 kali sehari. Lebih baik sedikit tetapi sering daripada pada saat yang sama banyak. Ini untuk mengurangi risiko akumulasi pakan sisa yang dapat mengarah pada perkembangan penyakit.

Untuk perawatan, ikan cupang relatif kuat. Dapat dipelihara di akuarium tanpa menggunakan aerator. Ikan ini tahan terhadap kondisi air yang kekurangan oksigen. Namun, disarankan untuk menjaga kualitas air dengan memberinya aerasi dan filter pembersih.

Tidak direkomendasikan untuk memelihara lebih dari satu ikan cupang dewasa di akuarium. Apalagi jika ukuran akuariumnya kecil dan tidak ada tempat berlindung. Ikan ini bisa saling menyerang. Hasilnya, sirip tidak mulus dan warnanya kurang keluar.

Ganti air dalam wadah secara teratur. Harus ada penumpukan kotoran dan sisa pakan di bagian bawah wadah. Penumpukan dapat menyebabkan penyakit dan bahkan kematian pada ikan karena polusi air. Karena itulah, rajinlah mengganti air agar ikan cupang tetap sehat dan tumbuh dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *