Keuntungan Ganda dari Mina Padi

By | August 24, 2018

Mina padi, yang merupakan integrasi antara pertanian dan budidaya ikan dalam satu bidang, dapat meningkatkan omset petani tiga kali lipat. Namun, tidak banyak petani yang mudah beralih ke mina padi.
Sigit Paryono melemparkan pakan ikan ke kolam di sawahnya di Dusun Cibluk, Margoluwih Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ikan-ikan itu tampaknya berenang dengan cepat untuk menyambut makanan mereka. Lusinan nila dan mas lainnya tampak berenang di antara rumpun padi di sawah.

Sigit mengatakan bahwa budidaya ikan di sawah ini secara tradisional dilakukan oleh kakeknya, tetapi ia baru mengembangkannya dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, mina padi lebih menguntungkan daripada sawah konvensional.

Dia mengaku, begitu dia mendapat omzet sekitar Rp120 juta dari satu hektare sawah yang berasal dari padi dan juga ikan.

“Untuk beras biasa (untung) per 1.000 (meter), hingga 1,5 hingga 2 juta sudah baik, untuk mina padi keuntungannya 4-5 juta hingga sekitar 3 kali,” jelas Sigit.

Terkait hal ini, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto mengatakan bahwa secara ekonomi, keuntungan petani dapat meningkat tergantung pada komoditas.

“Jika Anda menggunakan udang galah, Anda dapat menghasilkan lebih banyak, Anda dapat menghasilkan 1-2 ton per hektar dengan harga sekitar 90 ribu untuk ukuran 40 sentimeter, yang dapat mencapai laba 80-100 juta,” kata Slamet.

Dia memperkirakan bahwa integrasi budidaya padi dan ikan dapat meningkatkan pendapatan petani menjadi Rp. 60 juta per hektar.

Sigit mengungkapkan, kelebihan lain dari mina padi adalah petani tidak mengalami banyak kerugian jika sawahnya mengalami gagal panen. Sebab, masih mendapat manfaat dari budidaya ikan. Selain manfaat ganda yang diperoleh dari tanah mina padi, harga jual beras lebih mahal dibandingkan beras biasa, karena bebas dari pupuk kimia.
“Awalnya kami menggunakan pupuk tetapi terus berkurang, sampai sekarang tidak perlu digunakan, sulit untuk melihat padi dengan pupuk, besar, kotoran ikan yang membantu (pertumbuhan padi),” jelas Sigit, menunjuk ke arah sawah di dalam air kolam.

Padi Mina menggunakan ‘pendekatan ekosistem’ dan secara bertahap akan menghilangkan ketergantungan pada penggunaan pestisida. Kualitas beras dari sawah juga lebih baik. Setelah pengujian, beras dari mina beras memiliki kadar glukosa lebih rendah.

“Cocok untuk penderita diabetes, semakin banyak diminati,” katanya.

Category: Ide

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *