Ingin Ikan Lele Panen Maksimal? Begini Caranya

By | February 27, 2019

Ikan yang hidup di air tawar ini adalah salah satu yang paling dicari oleh masyarakat. Harganya terjangkau dan rasanya yang lezat, membuat tingkat konsumsi ikan lele cukup tinggi.
Ikan lele adalah salah satu jenis ikan air tawar paling populer di berbagai daerah dengan tingkat konsumsi yang tinggi. Oleh karena itu, perlu ada upaya tertentu untuk meningkatkan jumlah produksi.

Sebagai komoditas potensial dengan nilai ekonomi tinggi, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Temanggung memberikan kiat dan teknik khusus terkait pembesaran ikan lele kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang telah terlibat dalam budidaya.

Kepala Divisi Perikanan di Kabupaten Temanggung, Mohammad Hadi mengatakan, ada tiga jenis media untuk budidaya ikan lele yang bisa dipilih, yaitu menggunakan terpal plastik, tanah dan kolam semen.

“Untuk pembesaran benih, kita dapat memilih satu dari tiga metode media yang tersedia,” katanya.

Untuk aplikasi dalam kolam terpal, ada sejumlah langkah yang harus diambil. Pertama, mengalir menggunakan air dengan kedalaman 25 cm. Kemudian tambahkan 20 gram pupuk kering per meter persegi dengan menggunakan karung.

Selanjutnya, tambahkan cukup daun tanaman kipahit atau marenggo dengan menyebar merata ke seluruh permukaan kolam. Biarkan selama 7 hari sampai air berubah menjadi hijau kecoklatan. Langkah terakhir, yaitu pada hari ke 10, Anda harus menambahkan sekitar 50-70 cm air. Di sore hari, benih lele siap ditebar.

Selanjutnya adalah menyiapkan media tanah. Pertama, Anda harus mengeringkan kolam selama 2 hingga 3 hari sampai tanah terbelah, kemudian tanah itu dihidangkan sebelum diratakan kembali.

Proses selanjutnya adalah pemberian kapur dengan dosis 30 gram per meter persegi, daun marenggo cukup banyak, dan menambahkan 500 gram pupuk kering per meter persegi. Setelah itu, cukup masukkan air dengan kedalaman 25 cm dan biarkan selama 7 hari. Sampai memasuki hari kesepuluh, tambahkan air hingga kedalaman 50-70 cm, hanya pada sore hari benih lele bisa dimasukkan.
Untuk mendapatkan hasil maksimal, setiap petani harus mengetahui karakteristik benih lele yang berkualitas. Antara lain, tubuhnya lengkap dengan lebah dan siripnya masih mulus, tidak ada luka dan penyakit (jamur atau bakteri), bentuknya memanjang, gerakannya gesit, nafsu makannya tinggi, dan memiliki ukuran yang seragam antara 5-7 cm atau 7-9 cm

“Jika bijinya dapat diperoleh dari lingkungan sekitarnya, tidak ada perbedaan mencolok untuk memfasilitasi proses adaptasi,” katanya.

Akhirnya, proses panen bisa dilakukan setelah masa pemeliharaan tiga bulan dengan bobot ikan berkisar antara 100 hingga 150 gram. Pemanenan itu sendiri dapat dilakukan di pagi dan sore hari ketika suhu sekitar rendah dengan cara pooling. Metode ini dilakukan agar tidak banyak ikan mati karena stres.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *